miskonsepsi ruang angkasa dalam film

miskonsepsi ruang angkasa dalam film

 

Beberapa miskonsepsi ruang angkasa yang sering muncul dalam film adalah:

Benda-benda di ruang angkasa membuat suara. Dalam ruang angkasa yang hampa udara, suara tidak dapat terdengar.


Ruang angkasa benar-benar hitam. Dalam ruang angkasa, ada banyak cahaya yang berasal dari bintang-bintang dan galaksi-galaksi.


Benda-benda di ruang angkasa selalu bergerak dengan kecepatan yang sama. Dalam ruang angkasa, benda-benda dapat bergerak dengan kecepatan yang berbeda-beda.


Pesawat ruang angkasa dapat bergerak dengan kecepatan cahaya. Kecepatan cahaya hanya dapat dicapai oleh partikel subatomik, tidak mungkin untuk manusia atau teknologi saat ini.


Ruang angkasa tanpa gravitasi. Ruang angkasa memiliki gravitasi yang berasal dari benda-benda di dalamnya, seperti planet dan bintang-bintang.


Benda-benda di ruang angkasa dapat dihancurkan dengan mudah. Benda-benda di ruang angkasa yang terdiri dari bahan yang sangat kuat seperti logam atau batu, sangat sulit untuk dihancurkan.


Benda-benda di ruang angkasa dapat melakukan manuver yang tidak mungkin secara fisika. Dalam ruang angkasa, hukum fisika masih berlaku dan manuver yang tidak mungkin secara fisika tidak dapat dilakukan.


Benda-benda di ruang angkasa dapat diatur dengan mudah. Benda-benda di ruang angkasa sangat besar dan berat sehingga sulit untuk diatur.

Beberapa film yang terkenal dikenal mengandung miskonsepsi ruang angkasa yang dituliskan di atas adalah:

Star Wars - Dalam film ini, pesawat ruang angkasa dapat bergerak dengan kecepatan yang sangat cepat dan melakukan manuver yang tidak mungkin secara fisika.


Gravity - Dalam film ini, karakter dapat bergerak dengan bebas di ruang angkasa tanpa harus mengikuti hukum gravitasi.

Armageddon - Dalam film ini, benda-benda di ruang angkasa dapat dihancurkan dengan mudah dan membuat suara saat bergerak.

Apollo 13 - Dalam film ini, karakter dapat berkomunikasi dengan mudah di ruang angkasa tanpa menggunakan radio.


Star Trek - Dalam film ini, pesawat ruang angkasa dapat bergerak dengan kecepatan cahaya dan melakukan manuver yang tidak mungkin secara fisika.


Itu hanyalah beberapa contoh, miskonsepsi ini sering muncul di berbagai film tentang ruang angkasa. Namun, tetap diingat bahwa miskonsepsi tersebut tidak menjadikan film tersebut buruk, sebagian besar film ini dibuat untuk hiburan dan tidak selalu harus sesuai dengan ilmu pengetahuan.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama